Artikel Kisah & Pengetahuan

Gudo, Barometer Kerukunaan Antar Umat beragama di Jombang

Bpk Camat Muhdlor bersama Ajudan Bpk Samsudin Smart

Istilah kerukunan umat beragama identik dengan istilah toleransi. Istilah toleransi bisa diartikan saling memahami, saling mengerti, dan saling membuka diri dalam bingkai persaudaraan. Bila pemaknaan ini dijadikan pegangan, maka ”toleransi” dan “kerukunan” adalah sesuatu yang ideal dan didambakan oleh masyarakat manusia.

Bpk Camat Gudo Muhdlor beserta pejabat Muspika. Paling kanan penulis – Dimas Cokro Pamungkas

Dalam konteks ke-Indonesiaa, kerukunan beragama berarti kebersamaan antara umat beragama dengan Pemerintah dalam rangka suksesnya pembangunan nasional dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bpk Camat Gudo Muhdlor beserta para pejabat muspika. Paling kiri penulis – Dimas Cokro Pamungkas

Ajaran Islam mengungkapkan hidup damai, rukun dan toleran. Kerukunan umat beragama adalah kondisi di mana antar umat beragama dapat saling menerima, saling menghormati keyakinan masing-masing, saling tolong menolong, dan bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama.

Ki-Ka: Ko Djong, Ko Bodeng dan penulis – Dimas Cokro Pamungkas

Semua teori di atas bisa Anda lihat di kampung halaman kami Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. Kompak dari Bpk Camat, muspika, para pemuka agama sampai rakyat jelata. Di sini, kami saling memberi, saling menerima, saling berkunjung, saling berangkulan, tanpa harus mencampuradukkan keyakinan, tanpa harus saling mengusik kepercayaan. Implementasi dari ‘lakum diinukum wa liya diin’ yang sebenarnya, insya Allah.

Penulis – Dimas Cokro Pamungkas bersama Mr. Toni Harsono Ketua Klenteng Gudo

Wallahu a’lam bissawab.

Related posts

Ruqyah Syar’iyah, Pentingnya dan Syarat-Syaratnya

admin

Bridal Shower alias Pesta Lajang: Apa Hukumnya dalam Islam?

Dimas Cokro Pamungkas

Jodoh Jauh, Ditutup oleh Jin?

Dimas Cokro Pamungkas

Leave a Comment